treninetwork.com

Wednesday, July 24, 2013

Teknik Membuka Presentasi

Pembukaan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan presentasi selanjutnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukannya sesempurna mungkin. Audiens akan menilai kredibilitas kita sebagai presenter dalam beberapa menit pembukaan. Dalam waktu singkat tersebut, Anda harus dapat meyakinkan
audiens untuk terus mendengarkan hingga akhir presentasi.

Jangan membaca saat membuka presentasi
Membaca memang bisa membuat lancar, tapi itu bisa menjadi jarak bagi Anda dan audiens. Karena harus membagi perhatian antara catatan dengan audiens, sehingga memungkinkan hilangnya hubungan dengan pendengar Anda. Membaca bisa menyebabkan hilangnya kontak mata dengan audiens dan juga mempengaruhi ekspresi wajah kita.

Tujuan Pembukaan Presentasi
Pembukaan yang baik bertujuan untuk :
  • Menarik perhatian
    Saat ini banyak sekali pengalih perhatian, ada Blackberry, Tablet, dll. Salah satu tujuan pembukaan yang baik adalah menjauhkan semua pengalih tersebut dan membuat perhatian audiens hanya tertuju kepada Anda.
  • Memperkenalkan topik dan tujuan presentasi
    Mungkin belum semua audiens mengerti dengan topik dan lingkup yang akan dipresentasikan, serta tujuan yang ingin dicapai. Makanya, perlu disampaikan saat pembukaan. Sebutkan manfaat apa saja yang akan mereka dapatkan dari mendengarkan presentasi Anda.
  • Membangun hubungan dan kepercayaan dengan audiens
    Jelaskan siapa Anda dan mengapa Anda layak didengarkan.

Teknik Menarik Perhatian Audiens
Banyak teknik yang dapat digunakan dalam membuka presentasi untuk menarik perhatian audiens.
  • Gunakan pernyataan atau kutipan
    Teknik ini banyak digunakan dan cukup ampuh untuk menarik perhatian.
    ”Tahukah Anda, di Indonesia, 46 orang meninggal setiap jamnya akibat rokok!”
    Contoh pernyataan di atas pasti akan sangat menarik perhatian. Audiens akan terpancing rasa ingin tahunya akan kebenaran pernyataan tersebut. Setelah itu Anda tentu harus dapat menjelaskan dari mana data tersebut, jangan asal menarik perhatian. Dan ingat, pernyataan yang disampaikan saat pembukaan haruslah relevan dengan isi presentasi kita.
  • Berikan pertanyaan
    Memberikan pertanyaan yang tepat tidak hanya akan menarik perhatian, tapi juga mengarahkan fokus audiens pada topik yang akan dibahas. Jika audiensnya sedikit, Anda bisa langsung menanyakan satu per satu jawabannya. Kalau banyak bisa dilakukan dengan mengangkat tangan misalnya.
    ”Siapa lebih rela lari keliling lapangan daripada bicara di depan orang banyak? Ayo angkat tangan”
    Pertanyaan seperti ini bisa ditanyakan ketika presentasi tentang “public speaking”. Selain menarik perhatian, Anda juga dapat melihat seberapa banyak pendengar Anda yang masih takut berbicara di depan orang banyak.
  • Ceritakan sebuah kisah
    Jika mahir dalam bercerita, Anda bisa juga menceritakan sebuah kisah yang relevan dan tidak panjang untuk menarik perhatian audiens. Anda harus yakin tidak membuat audiens justru merasa bosan dan mengalihkan perhatian mereka akibat cerita yang Anda sampaikan. Pastikan kisahnya menarik, relevan dengan topik, dan Anda cocok menceritakannya.
  • Gunakan humor atau anekdot
    Cara ini juga dapat mencairkan suasana. Namun perlu diingat, jangan berlebihan. Anda mungkin berhasil mencairkan suasana tapi gagal membawa perhatian audiens pada topik yang akan Anda presentasikan. Selain itu, juga harus dipastikan humor atau anekdot Anda tidak pasaran karena efeknya akan berbeda jika humor tersebut sudah pernah didengar audiens sebelumnya.

Perhatikan eye contact dan gestur
Jangan lupakan eye contact karena bisa membantu Anda menjalin hubungan dengan orang-orang yang ada di hadapan Anda. Tidak perlu memelototi mereka satu per satu, lakukan secara wajar. Begitu juga dengan gestur. Bagi yang belum tahu apa itu gestur, gestur adalah gerak tubuh atau tangan (khususnya tangan) untuk menekankan sesuatu atau membantu mengekspresikan pikiran/perasaan (sumber : disini).
Semoga bermanfaat…

No comments:

Post a Comment