Barangkali Anda tidak menyadari bahwa Anda sering merasa takut. Takut
kehilangan pekerjaan, takut pernikahan tidak bertahan, takut anak Anda
bergaul dengan orang yang salah. Ketakutan dan iman seperti tampak tidak
sama, tetapi keduanya mempunyai kesamaan. Keduanya minta kita untuk
mempercayai sesuatu yang tidak dapat kita lihat. Iman berkata:
percayalah pada hal yang positif. Penyakit itu tidak bersifat permanen.
Hanya bersifat sementara. Ketakutan berkata: percayalah pada hal yang
negatif. Bisnis sedang merosot, Anda akan jatuh. Jika setiap hari Anda
memikirkan ketakutan-ketakutan itu berulang kali, semua itu akan menjadi
kenyataan. Ketakutan ibarat kabut. Ia seperti menutupi keseluruhan
jalan, tapi sebenarnya tidak. Ketakutan terasa besar. Ketakutan seperti
mengintimidasi. Ia seakan memberitahu Anda: Anda tidak akan pernah
sehat, anak Anda tidak akan pernah berubah, keuangan Anda akan sulit.
Nah, Sahabatku, takala ketakutan datang, balas dan katakan pada
ketakutan itu dengan gagah: "Kamu kedengaran mengagumkan. Kamu kelihatan
kuat. Tetapi saya mengetahui yang sebenarnya! Tidak ada yang berarti
dalam dirimu. Kamu kelihatan permanen, tetapi saya tahu kamu hanya
sementara! Segala sesuatu dalam kehidupanku mungkin agak suram, tapi
sebentar lagi kehidupanku akan bersinar" Anda barangkali belum melihat
hari-hari yang lebih baik di masa depan, tetapi tak perlu buang energi
untuk terus merasa khawatir. Hubungkanlah diri Anda dengan Tuhan, sumber
kekuasaan tertinggi, dan gunakan energi itu untuk mempercayai hal-hal
positif.
by Anne Ahira
No comments:
Post a Comment