treninetwork.com

Thursday, September 13, 2012

Ekonomi Menjadi Isu Dominan KTT APEC Rusia


(Reuters/Pool/Maxim Shipenkov). Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dengan tekun mendengarkan keterangan dari rekan lamanya Presiden China Hu Jintao dalam pertemuan di sela-sela APEC Vladivostok, Rusia, Jumat.
Menurut Putin, isu ekonomi menjadi agenda utama dalam pertemuan APEC ke-24 ini. Rusia siap meningkatkan kerjasama dan memperkokoh hubungan ekonomi dan politik dengan China yang merupakan negara ekonomi paling kuat kedua di dunia di tengah krisis global. “Dalam beberapa tahun ini, China akan menggeser kedudukan AS sebagai adidaya terkuat dunia,” kata Putin.
Vladivostok, (Analisa). Dalam wawancaranya dengan Russia Today dan artikel yang ditulisnya untuk Wall Street Journal, Presiden Rusia Vladimir Putin yang tiba di Vladivostok, Rusia, Jumat, untuk menghadiri KTT APEC (Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik) hari Sabtu dan Minggu ini, mengatakan, isu ekonomi akan mendominasi KTT APEC 2012.
Menghimpun agenda KTT dari berbagai macam keputusan yang diambil para pejabat dan menteri APEC pada rapat di hari-hari sebelumnya, Rusia mencanangkan berbagai isu ekonomi penting seperti liberalisasi ekonomi global.

Putin mengatakan, "Ketika saya mengusulkan penyelenggaraan KTT APEC berikutnya di Rusia (dan itu 5 tahun lalu), saya mengajukannya dengan melihat kenyataan bahwa manakala duapertiga wilayah Rusia terletak di Asia, perdagangan luar negeri kami hanya sekitar 24% dengan benua itu. Bagian terbesar dari pendapatan kami - lebih 50% - berasal dari perdagangan dengan Eropa Barat. Asia adalah wilayah yang berkembang dengan begitu pesat. Untuk itulah Rusia akan fokus kepada isu-isu ekonomi, termasuk liberalisasi ekonomi global, transport, dan keamanan pangan, selama KTT."

Sementara KTT G8 dan G20 seringkali mendapat kecaman karena tidak menghasilkan terobosan, Vladimir Putin berjanji bahwa KTT (APEC) Vladivostok akan diwarnai perdebatan hangat. Banyak yang akan dikemukakan Rusia kepada mitra-mitranya terkait penghapusan berbagai rintangan perdagangan dan mengusahakan adanya integrasi ekonomi.

"KTT kali ini juga penting karena Rusia sudah menjadi anggota penuh WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), sudah menciptakan Customs Union dengan Belarusia dan Kazakhstan, dan sudah menetapkan sektor ekonomi tunggal, keduanya berdasarkan prinsip-prinsip WTO. Ini membuat dialog APEC jadi jauh lebih penting," katanya.

Sebelumnya Putin berulang-kali mengatakan bahwa Rusia, yang wilayahnya termasuk di dalam benua Eropa dan Asia, bisa menjadi jembatan perdagangan antara negara-negara ekonomi Atlantik dan Pasifik. Berbagai proyek pembangunan ekonomi Moskow dengan Siberia dan Timur Jauh dirancang untuk menarik investor dari kawasan Asia-Pasifik. Dalam artikelnya itu, Putin menyebutkan Uni Ekonomi Eurasia, yang dimaksudkannya bisa menjadi bagian integral dari proses ekonomi global, dan akan memainkan peran penting di dalam pembentukan agenda internasional.

Putin siap meningkatkan kerjasama dengan China yang sudah menempatkan diri sebagai negara ekonomi paling kuat kedua di dunia dan diperkirakan akan menggeser kedudukan AS dalam beberapa tahun mendatang. Presiden China Hu Jintao juga akan menghadiri KTT Vladivostok. Sementara Presiden AS Barack Obama hanya mengutus Menlu Hillary Clinton untuk mewakilinya.

Putin menekankan bahwa Rusia bisa menawarkan visi baru dari berbagai isu yang harus diatasi oleh kawasan Asia-Pasifik dewasa ini. Rusia, bersama dengan mitra-mitra Customs Union-nya siap membicarakan dan memperkenalkan peraturan perdagangan umum di seantero Eurasia dan kawasan Asia-Pasifik, dan tentang pembentukan jalur-jalur perdagangan baru. Ini semua dan berbagai isu terkait lainnya akan menjadi agenda utama pada KTT APEC di Vladivostok, kata Putin.

(AFP/sy.a)

No comments:

Post a Comment