Saat
banjir surut, darah para syuhada tersebut masih mengalir harum, namun
sudah tidak dikenali lagi. Yang masih dapat dikenali jasadnya hanya dua,
yaitu Sayidina Hamzah ra, yang memiliki luka di dadanya, dengan tangan
masih menekup lukanya akibat terkena tombak dan masih keluar darah,
serta badan yang tinggi besar. Jasad Sayidina Hamzah masih utuh
kondisinya, walaupun sudah seribu tahun yang lalu.
Dan
yang satu lagi adalah jasad Abdullah bin Jaz ra kerana diketahui
telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah
yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau Anda berziarah ke Gunung
Uhud, hanya ada 2 nisan saja.
Sebuah
“Kesaksian” Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang amat berharga
“Qisshatun Nihayah” yang dikutip secara langsung dari Syaikh Mahmud
Ash-Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang dialami oleh sebagian ulama
dalam penguburan sebagian sahabat yang gugur syahid di perang Uhud.
Bagaimana
mereka menyaksikan para sahabat setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana
jasad mereka seperti sedia kala tanpa perubahan, tanpa pembusukan.
Sebagai bukti nyata atas kebenaran berita gembira dari Nabi Muhammad SAW
kepada para syuhada, bahawa bumi tidak memakan jasad mereka.
Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa tersebut:
“Syaikh
Mahmud Ash-Shawaf telah menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah salah
seorang yang diundang daripada kalangan ulama besar untuk pemakaman
semula para sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di kompleks kuburan
syuhada Uhud, yaitu sebuah kawasan perkuburan yang terkenal.
Kerana
dilanda banjir, maka sebagian jasadnya timbul ke permukaan. Para ulama
diundang untuk menguburkan kembali para sahabat tersebut. Ia berkata,
”Di antara orang yang aku kuburkan adalah Hamzah ra, badannya besar,
kedua telinga dan hidungnya terpotong, perutnya terbelah, dia meletakkan
tangannya di atas perutnya. Ketika kami menggerakkannya dan mengangkat
tangannya, darahnya mengalir. Aku menguburkannya bersama sahabat-sahabat
lainnya yang gugur syahid di Uhud.”
Dr Thariq
As-suwaidan berkata, ”Ini adalah perkara yang terbukti secara mutawatir
dan dengan mata kepala. Semoga Allah SWT menyampaikan kita semua ke
derajat para syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan kepada kami
tentang aroma harum musk yang berasal darinya ketika darah mengalir dari
jasad Hamzah RA.”
SubhanAllah, setelah 1400
tahun lebih, betapa agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya
kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau. Betapa utamanya, betapa mulianya, Allah
memberikannya kepada para syuhada.
Jika
seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam di perut bumi yang tak
seorang pun melihatnya, lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di surga
yang luasnya seluas langit dan bumi.
Jabir bin
Abdillah bercerita, ”Menjelang perang Uhud, ayahku memanggilku pada
malam hari. Ia berkata: ’Aku merasa akan menjadi orang yang paling
pertama gugur di antara para sahabat Nabi SAW. Sungguh aku tidak
meninggalkan sesuatupun yang lebih kusayangi selain engkau, disamping
Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya aku memiliki hutang, maka lunasilah. Dan
bersikap baiklah kepada saudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya,
ia pun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama orang
yang lain dalam satu lubang kubur. Tetapi hatiku merasa kurang ikhlas
membiarkan ayahku berbagi liang kubur bersama orang lain. Enam bulan
kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jasadnya
masih tetap utuh sama seperti pertama kali aku menguburkannya.” (Hadis
Riwayat Bukhari, Fathul Bari, 3/214 ).
Petikan
hadis di atas membuktikan di mana ayah Jabir ra terbunuh dalam perang
Uhud dan ketika enam bulan kemudian makamnya dibongkar, maka jasadnya
tetap utuh. Enam bulan adalah waktu yang lama di mana tubuh mayat
seharusnya sudah hancur.
Penelitian
membuktikan bahwa selama 24 hingga 36 jam pertama mayat dikuburkan, maka
bola mata mulai menonjol dan kornea menghitam. Cabang-cabang urat nadi
mulai terlihat di perut dan dada.
Pada 2
sampai 5 hari berikutnya, wajah dan seluruh tubuh menggelembung, dari
tubuh mayat keluar bau busuk. Setelah melewati 5-10 hari, kulit mulai
rapuh dan tubuh ada larva.
Organ-organ tubuh meleleh ke tanah dan mulai menyisakan tulang saja.
Berita ini dikutip dari http://www.aktual.co/wisatahati/182421jasad-sahabat-nabi-muncul-secara-utuh-saat-banjir-di-mekah
No comments:
Post a Comment